Monthly Archives: August 2016

Cara Mengatasi Perut kembung Pada Bayi

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Jika bayi kerap rewel tanpa sebab yang jelas, bisa jadi karena perutnya kembung. Kenali tandanya dan ketahui cara mengatasinya.
Perut kembung pada bayi membuat bayi tidak nyaman sehingga dia menjadi rewel dan sering menangis. Sebenarnya kembung pada bayi usia 3 sampai 4 bulan adalah hal yang wajar, karena memang saluran pencernaannya belum berfungsi sempurna. Seiring bertambahnya usia, mereka juga akan sering mengalami perut kembung karena mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya.
mengatasi-perut-kembung-pada-bayi
Pada bagian perut memang terdapat gas atau udara, namun yang menjadi masalah jika gas di dalamnya berlebih. Pada anak yang lebih besar atau orang dewasa, gas tersebut dapat dengan mudah dikeluarkan. Tapi pada bayi, tidak semua bayi dapat dengan mudah mengeluarkan gas dari dalam perutnya, mereka membutuhkan bantuan untuk mengeluarkannya.

Tanda Perut Kembung pada anak Bayi

Bila bayi mulai rewel dan menangis tanpa alasan yang jelas, cobalah untuk memeriksa bagian perutnya. Jika perut bayi terasa agak keras, dan beberapa kali buang angin, ini merupakan tanda perut bayi kembung.
Selain rewel dan menangis, perhatikan pula gerakan bayi. Jika dia sering menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang, serta mengangkat kedua kakinya, bisa menjadi pertanda bahwa dia sedang merasakan kembung.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada anak Bayi

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perut kembung pada bayi. Pertama, letakkan bayi di kasur dengan posisi tidur.
Anda juga dapat mencegah munculnya perut kembung pada bayi. Caranya, setelah bayi minum susu, gendonglah bayi dengan posisi terlentang, angkat kedua kakinya dan gerakan seperti sedang mengendarai sepeda. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas dari perut bayi.
Cara lainnya yang dapat Anda lakukan adalah dengan memijat perlahan perut bayi dengan gerakan searah jarum jam. Sama seperti gerakan sebelumnya, cara ini dapat dilakukan dengan posisi tidur. Selain itu, Anda juga bisa mengusap-usap punggungnya dengan meletakkan bayi di atas kedua paha Anda dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup.

Anda juga dapat mencegah munculnya perut kembung pada bayi. Caranya, setelah bayi minum susu, gendonglah bayi dengan posisi tegak agar susu dapat secara perlahan dan lancar masuk ke dalam perut sehingga tidak menimbulkan masalah perut.
Selain itu, susui bayi Anda sebelum dia merasa lapar. Hal ini bisa meminimalkan kemungkinan perut kembung pada bayi akibat masuk angin.
Perut kembung pada bayi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan yang serius, oleh karena itu jika bayi semakin rewel, sulit untuk buang air besar, muntah, atau bahkan demam.

Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Perut kembung pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berikut ini adalah beberapa penyebab perut kembung pada bayi yang perlu Anda ketahui.
Makanan yang dikonsumsi ibu. Penyebab perut kembung pada bayi yang masih meminum ASI, bisa disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi sang ibu. Jadi, Anda perlu lebih memerhatikan makanan yang Anda konsumsi. Sebaiknya kurangi atau hindari makanan yang akan membentuk gas setelah dicerna seperti kubis, kembang kol, brokoli, bawang atau kacang.
Makanan yang dikonsumsi bayi. Jika bayi telah berusia 6 bulan dan sudah mulai makan,  Anda perlu memerhatikan makanannya. Sayuran memang bagus untuk bayi, tapi tidak semua sayuran bisa dikonsumsi secara berlebih. Misalnya brokoli. Meski sehat, jika dikonsumsi secara berlebih, sayuran ini dapat membuat perut si kecil kembung.
Minuman selain ASI. Cukup minum air memang baik untuk tubuh karena dapat membantu bayi membuang kotorannya. Tapi lain halnya jika pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Mereka masih belum diperbolehkan untuk minum air selain ASI atau susu formula karena dapat meningkatkan kesulitan untuk membuang gas dari perutnya. Begitu juga dengan jus, jus dapat membuat bayi mengalami diare, sakit perut dan gas berlebih karena kesulitan dalam mencerna kandungan gula buah yang terdapat dalam jus.
Dot bayi. Jika bayi Anda meminum susu formula dari botol, sebaiknya Anda lebih cermat dalam memilih dot yang pas. Ujung dot yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat membuat lebih banyak udara masuk ke dalam perut bayi ketika sedang minum susu dan dapat menimbulkan masalah perut seperti kembung, ataupun sakit perut.
Anda tidak perlu panik jika bayi Anda rewel dan bagian perutnya terasa keras karena kembung. Cukup lakukan beberapa cara yang dapat mencegah munculnya perut kembung pada bayi. Namun jika bayi Anda sangat rewel dan sulit untuk ditenangkan, serta menunjukkan gejala lain, ada baiknya Anda konsultasikan hal ini kepada dokter Anda.

Artikel Lain : Obat Herbal Perut Kembung 100% Alami Aman Untuk bayi dan Anak-Anak

03 Aug 2016

Penyebab Perut Kembung

Seputar Perut Kembung dan Beberapa Penyebab Perut Kembung

Perut kembung adalah kondisi ketika perut terasa penuh dan kencang. Di samping itu, perut juga bisa terlihat membesar. Hal ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa disertai dengan gejala kentut secara berlebihan, bersendawa, serta perut terasa bergejolak.
Perut kembung biasanya berkaitan dengan menu makanan atau minuman dan cara Anda mengonsumsinya. Sedikit perubahan pada cara makan dan juga menu makanan atau minuman biasanya bisa membantu.

perut-kembung
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan perut kembung :

Menelan udara
Udara yang masuk ke dalam tubuh dikeluarkan melalui sendawa dan kentut. Kedua cara ini adalah reaksi normal yang disebabkan karena keberadaan udara yang berlebihan di dalam sistem pencernaan. Anda bisa menelan terlalu banyak udara jika:

  • Makan terlalu cepat
  • Minum terlalu cepat (dengan memakai sedotan)
  • Bicara sambil makan
  • Mengunyah permen karet
  • Mengisap permen yang keras
  • Minum minuman bersoda
  • Merokok

Penyakit asam lambung juga bisa menyebabkan tubuh menelan lebih banyak udara. Saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan, Anda akan menelan lebih banyak udara dan sering bersendawa. Terlalu banyak udara di dalam perut inilah yang bisa menyebabkan terjadinya perut kembung.

Makanan dan minuman
Beberapa jenis makanan dan minuman menjadi penyebab utama terjadinya perut kembung. Untuk menghindarinya, sebaiknya hindari atau kurangi konsumsi makanan yang menghasilkan banyak gas. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan perut kembung :

  • Sayuran: Kol, brokoli, asparagus, kacang-kacangan, kembang kol, selada, paprika hijau, kentang, bawang bombai, biji-bijian utuh.
  • Makanan yang digoreng dan berlemak.
  • Makanan kemasan yang mengandung laktosa seperti roti dan sereal.
  • Minuman bersoda seperti bir dan kola.
  • Gula dan pemanis buatan.
  • Susu dan produk olahan susu pada orang yang bermasalah dalam mengonsumsi laktosa.
  • Buah-buahan: Apel, pir, pisang, melon.

Jumlah gas yang dihasilkan dari berbagai makanan berbeda-beda antara orang satu dengan orang lainnya. Perut kembung akibat makanan dan minuman adalah hal yang normal dan bisa dicegah dengan membuat perubahan pada pola makan dan minum.

Obat-obatan dan suplemen penambah nutrisi
Ada banyak sekali jenis suplemen penambah nutrisi dan juga obat-obatan yang bisa menyebabkan perut kembung. Berikut ini adalah beberapa obat-obatan yang bisa menyebabkan perut kembung:

  •     Obat-obatan untuk diare
  •     Obat-obatan antasida
  •     Obat-obatan opioid – sejenis obat penghilang rasa sakit
  •     Obat-obatan untuk diabetes
  •     Obat-obatan untuk konstipasi
  •     Aspirin
  •     Pil multivitamin dan penambah zat besi

Jika Anda merasa perut kembung disebabkan oleh obat-obatan atau suplemen, tanyakan kepada dokter yang memberikan resep untuk Anda. Mungkin Anda punya pilihan untuk berhenti mengonsumsi obat itu terutama jika efek sampingnya sangat mengganggu, tapi jangan berhenti mengonsumsi obat yang diresepkan tanpa anjuran dari dokter.

Kondisi medis lain Yang menyebabkan Perut kembung :
Beberapa kondisi medis bisa menyebabkan terjadinya perut kembung, atau bisa dikatakan perut kembung menjadi salah satu gejala, contohnya:

  •     Gangguan pencernaan misalnya infeksi
  •     Konstipasi
  •     Penyakit celiac
  •     Intoleransi laktosa
  •     Kanker usus besar
  •     Penyakit Crohn
  •     Batu empedu
  •     Gangguan pada pankreas
  •     Nyeri ulu hati
  •     Penyakit asam lambung
  • Kanker ovarium

Artikel Lain : Obat Herbal Untuk Mengobati Perut Kembung

03 Aug 2016